Hampir selama 20 tahun tertidur, akhirnya Black Company (band Reggae yg berdiri tahun 1986) kembali naik panggung di Tribute To Bob Marley (13 Desember 2006 di News Cafe Kemang).
Pada dekade belakangan ini, munculnya band-band Reggae di tanah air adalah sebuah indikasi bahwa musik Reggae semakin diterima oleh masyarakat umum sekaligus memberikan banyak ragam warna dan corak musik Reggae di Indonesia.
Seiring dengan berjalannya waktu yang dinamis, group band kami yang semula bernama Black Company berubah menjadi Black & Company, dan ada perubahan susunan personil yaitu :
- Cendi Luntungan : Drum.
- Morgan Sigarlaki : Gitar.
- Kena Lango : Keyboard.
- Suresh : Bass.
- Dewi Debora, Rommy & Yan : Vocal.
Kami ingin memberi sebuah nuansa dalam perkembangan musik Reggae di Indonesia. Selain itu pula, kami kagum dgn band-band yg ada di Indonesia saat ini dgn warna musik Reggae yg dimiliki seperti: Gangsta Rasta, Steven & Coconut Trees, Pasukan Lima Jari, Soul Jah, Shaggy Dog, The Gilis, Matahari, TaffGong, East Rasta, Johny Agung, Secretplace, Mozambique, Little Bird, Tony Q dan masih banyak lagi. Dan tentunya, Asian Roots (mas Seno, mas Anis, dan seluruh personilnya) yang back on stage dalam musik Reggae...
Salut utk semua musisi Reggae Indonesia & masyarakat penggemar Reggae di Indonesia..
Testimonials and Comments for Black and
Every Lines Always Has two edge point,
Every Triangle always Has Three Corner,
But LOVE Will Always Be Like A Circle
it Never Has A Finish Line..
Send this eCard !
hui.................
Isaac Coment
semoga seluruh amal ibadah kita
diterima ALLAH SWT dan membawa
MAGHFIRAH dunia wal akhirat..
Amin....